Minggu, 03 Mei 2009

sejarah pemikiran filsafat

Sejarah Pemikiran Para Filsuf

Filsafat Kuno dan Pertengahan
A. Permulaan filsafat barat di Yunani Kuno ( 650 SM – 600 SM )
1. Bangsa Ionian 
a. Thales (624 – 546)
 arkhe (berupa air) merupakan prinsip dan dasar pertama dari segala sesuatu dan karenanya filsafat dinamakan filsafat alam.
b. Anaximander (611 – 547)
 Arche itu yang tak terbatas (to aperion)
c. Anaximenes ( 599 – 524)
 Arche itu udara.
d. Heraclitus of Epherus (540 – 460)
 Arche itu api, segala sesuatu itu terus mengalir (panta rhei) 
e. Pythagoras 
 Arche itu bilangan
B. Zaman Keemasan Filsafat Yunani
1. The eleatic school
Zeno dari elea adalah filsuf Yunani pra-socrates. Zeno penemu dialektik.
Paling terkenal untuk paradoksnya. Betrand Russell mendirikan logika modern. Permenides: segala sesuatu itu tetap tidak bergerak.
2. The Priralists (500 SM)
Empedocles (490-430 SM) berpendapat bahwa materi terdiri dari 4 unsur dasar yang disebut sebagai akar yaitu air, tanah, udara, dan api. Dan 1 tambahan lagi yaitu cinta.
3. The Atomist (450 SM)
Demokritus mengembangkan teori mengenai atom sebagai dasar materi. Demokritos juga berpendapat bahwa galaksi bimasakti merupakan kumpulan cahaya gugusan bintang yang letaknya saling berjauhan.
C. Zaman Helintis dan Romawi (350 SM-250 SM)
1. Socrates 
 berpendapat bahwa membangkitkan dalam diri manusia rasa cinta akan kebenaran dan kebajikan yang membantu manusia berpikir dan hidup lurus. 
2. Plato
 mengatakan bahwa pengertian manusia hanyalah ingatan kepada gambaran asli yang dinamakan ‘Idea’ atau ‘cita’. Plato mengatakan bahwa realitas seluruhnya terbagi atas dua dunia yang hanya terbuka bagi panca indra dan dunia yang hanya terbuka bagi rasio kita. Dunia ynag pertama dunia jasmani dan yang kedua dunia ide.  
3. Aristoteles
 Meletakkan dasar logika ilmu. Aristoteles mengatakan bahwa yang ada itu adalah manusia-manusia yang konkret. Ada 3 macam abstraksi yakni abstraksi fisis, matematis, metafisis. Teori aristoteles yang terkenal tentang materi dan bentuk.
Epicurusme
Segala sesuatu terdiri atas atom-atom yang senantiasa bergerak. Manusia akan bahagia jika mau mengakui susunan dunia ini dan tidak boleh takut pada dewa-dewa. Epicurus berpendapat manusia barulah merasa bahagia bila mempunyai kepastian. Untuk memperoleh kepastian diperlukan adanya ilmu pengetahuan mengenai hakikat yang sebenarnya dari segala sesuatu. Ia memberikan pedoaman pengetahuan sebagai dasar untuk membangun kebijaksanaan yang sebenarnya yang tertuang dalam bukunya “canonica”.
Stoisisme
Jagat raya ditentukan oleh kuasa-kuasa yang disebut ‘logos’
Skeptisisme
Bidang teoritis manusia tidak sanggup mencapai kebenaran.
 Eklektisisme
Suatu kecenderungan umum yang mengambil berbagai unsure filsafat dari aliran-aliran lain tanpa berhasil mencapai suatu pemikiran yang sungguh-sungguh.
D. Zaman Abad pertengahan
Dibagi menjadi 2 periode :
1. Periode patristic
a. Permulaan agama Kristen. Setelah mengalami berbagai kesukaran terutama mengenai filsafat yunani maka agama Kristen memantabkan diri. Keluar memperkuat gereja dan kedalam menetapkan agama-agama.
b. Filsafat agustinus yang merupakan seorang ahli filsafat yang terkenal pada masa patristic. Agustinus melihat dogma-dogma sebagai suatu keseluruhan.
2. Periode Skolastik
a. Skolastik awal ditandai oleh pembentukan metode-metode yang lahir karena hubungan yang rapat antara agama dan filsafat.
b. Puncak perkembangan skolastik: keadaan yang dipengaruhi oleh Aristoteles akibat kedatangan ahli filsafat arab dan yahudi.
c. Skolastik akhir, pemikiran kefilsafatan yang berkembang kea rah nominalisme ialah aliran yang berpendapat bahwa universalisme tidak member petunjuk tentang aspek yang sama dan yang umum mengenai adanya sesuatu hal.
E. Zaman Renaissance
Era kebangkitan kembali pemikiran yang bebas dari dogma-dogma agama. Bacon beranggapan bahwa untuk menguasai alam kodrat, dasar pertama dari kekuasaan kita adalah pengalaman. Untuk mengetahui sifat-sifat dari segala sesuatu dibutuhkan penyelidikan yang empiris yang hasilnyadiolah dengan metode eksperimental/induktif. Tokoh-tokohnya : Roger Bacon, Copernicus, Johannes Keppelr, Galileo Galilei.
F. Zaman modern dan kontemporer
Zaman modern ditandai dengan berbagai penemuan dalam bidang ilmiah. Zaman modern juga ditandai dengan munculnya rasionalisme. Rene Descartes, B.Spinosa, G.Leibniz menekankan pentingnya rasio atau akal budi manusia.
Bapak filsafat modern: Rene Descartes, ahli ilmu pasti. Penemuannya dalam ilmu pasti adalah system koordinat yang terdiri atas dua garis lurus X dan Y dalam bidang datar.
1. Isaac Newton : teori gravitasi
2. Charles Darwin : teori strugglefor life ( perjuangan untuk hidup)
3. JJ Thompson : menemukan electron.
4. Spinoza : berpendapat bahwa hanya ada satu substansi, tidak mungkin ada dua, yaitu yang meliputi segala sesuatu yang disebutnya “deussive sustantie” atau “des sive natura” yang menampakkan dirinya dalam bentuk tanda pralambang yang berupa keluasan/kelapangan dan kesadaran.
Zaman kontemporer ditandai denagn penemuan berbagai teknologi canggih. Teknologi komunikasi dan informasi mengalami kemajuan pesat.
 Aliran-aliran pada zaman ini adalah:
1. Empirisme 
 Paham yang meragukan validitas seluruh pengetahuan intelektual dan hanya menerima kepastian “sense knowledge”.  
Tokoh-tokohnya : F.Bacon ( untuk menguasai alam kodrat dasar pertama pengalaman), Thomas Hobbes ( segala kejadian itu ditentukan oleh gerakan dan bentuk dari obyek-obyek yang bersifat kebendaan), John Lock, Isaac Newton (teori gravitasi), Berkeley (ilmu adalah tipuan belaka), Hume ( ilmu adalah totalitas pengalaman).
2. Rasionalisme
 Paham yang meragukan validitas “sense knowledge” dan hanya menerima kepastian ilmu intelektual. Tokoh-tokohnya : Rene Descartes, B. Spinoza, Nicholas de Malebrance, Blaise Pascal, Leibniz (kebenaran terbagi atas 2 bagian berdasar pengalaman dan akal manusia). 
3. Pencerahan
 Tokoh : Montesquieu (trias politika), JJ Roseau, Voltair.
4. Positivisme
 Pemikiran setiap manusia, pemikiran setiap ilmu, dan pemikiran suku bangsa manusia pada umumnya melewati 3 tahap: teologis, metafisis, tahap positive-ilmiah. Tahap teologis : manusia percaya bawha di belakang gejala alam tehadap kuasa adikodrati yang mengatur fungsi dan gerak gejala-gejala tersebut. Tahap metafisis : kuasa-kuasa adikodrati diganti dengan konsep dan prinsip-prinsip yang abstrak, misalnya kodrat dan penyebab. Tokoh : August Comte, Ludwig Fakerbach, Karl Mark, Friedrich Engels. 
5. Idealisme amerika : sesuatu tidak ada kecuali hanya dalam ide. Tokoh : Josiah Royce, Bordon Parker Bowne. 
6. Idealisme
 Fichte: pencipta istilah’these-anti-thes-synthese’
 Scheling:filsafat ketidaksadaran
 Hegel : pantheisme idealistis ( identitas realitas dan idealitas, yang secara dialektis nenperkembangkan diri menjadi roh mutlak, di lapangan kenegaraan berwujud absolutism mutlak).
7. Intuisisme
 Henry Bergson: filsafat hidup, mengemukakan ajaran ‘Elan Vital’ yaitu kenyataan yang selalu ‘menjado’ hanya dapat dicapai dengan intuisi, tak dapat dinyatakan dengan pengertian-pengertian abstrak.
8. Fenomenologi
 Membicarakan fenomena, gejala sesuatu yang menampakkan diri. Tokoh : Husserl, Mourice Merleau-Ponty.
9. Pragmatism
 Mengajarkan ide-ide tidak ‘benar’ atau ‘salah’ melainkan bahwa ide-ide dijadikan benar oleh suatu tindakan tertentu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar